Minggu, 27 April 2014


Hai !!!!! bacayaw cerpen buatan aku sendiri .. wkwkwk ceritanya agak ngaco readers yuk baca !! 


Kecintaan itu entah ke mana.



Adi Wiratna bersiul pelan menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum berjalan cepat menyebrangi jalan ke arah SMP N 1 Gianyar. Tepatnya Adi bersekolah di sana. Langit kota Gianyar terlihat cerah, secerah hati Adi sendiri. Hari yang indah, tidak selalu bisa membuaat seseorang bahagia bukan ??
            Ya begitulah, Adi yakin ada seorang yang mungkin sama sekali tidak menyadari langit kota gianyar cerah. Dan mungkin dia tidak menyadari atau tidak peduli dengan apa yang terjadi . orang itu adalah sahabatnya sendiri yaitu Valdi Ketut.
            Adi melangkah masuk ke SMP N 1 Gianyar melalui pintu gerbang utama sambil bersiul pelan. Satu menit kemudian dia sudah berdiri di ambang pintu kelasnya yang bercat putih dan mejanya yang tertata rapi. Dia duduk di kelas 9C . Setelah masuk ke dalam kelas, Adi melihat Dewa Ayu Tia Walker atau biasa di panggil Tia, dan Adi melihatnya sendirian di kelas. Lalu Adi duduk di samping Tia dan mengajaknya mengobrol. Sepuluh menit berlalu, sahabat Adi pun datang dengan wajah yang tak ber ekspresi sama sekalipun yaitu Valdi Ketut. Lalu Adi berpindah tempat dari Tia menuju Valdi. Mereka pun mengobrol sampai bell berbunyi yang menunjukan bahawa pelajaran matematika akan segera di mulai.
            Sepulang sekolah Adi tidak tahu apa yang harus dia lakukan, entah pulang bersama temannya menaiki angkot atau diam di sekolah sambil bercanda tawa bersama teman – temannya yang tidak naik angkot. Tiba – tiba jantung Adi berdebar keras. Tepat pada saat itu Tia Walker sedang berada di sampingnya yang berjarak sekitar lima meter dari tubuh Adi. Tampa sadar kaki Adi berjalan menuju Tia Walker dan berkata.
“Hey Tia, berapa nomor hapemu ?” kata Adi yang sambil mengerut keningnya.
Lalu Tia bergegas mengambil hapenya dan mencari nomor hapenya yang tersimpan di kontak hapenya. Dan Tia berkata “catat ya !! 085667766349” .
            Adi pun mencatat nomor hape yang di berikan oleh Tia tadi dan sambil berkata “OK, terima kasi ya..!” .
            Tia Walker Tersenyum kecil sambil berkata “Iya, sama – sama”.
           
            Setelah Adi mengobrol tidak telalu lama dengan Tia Walker, Adi pun berjalan menyebrangi jalan yang menuju ke sebuah mini market yang bernama Q mart. Di sana Adi menunggu angkot yang berwarna hijau yang menuju ke Ubud. Tidak lama kemudian angkot yang berwarna hijau pun datang dan Adi menaiki angkot tersebut. Sesampainya di rumah Adi bergegas mengambil hapenya dan mengirim pesan kepada Tia Walker.

Hey , ini aku Adi Wiratna.
Sent.
            Tidak lama kemudian Tia pun membalas pesa Adi. Lima menit kemudian hape Adi bergetar dan terdapat pesan balasan dari Tia.
From : Tia Walker.
Hhhhhmmm, Oke !!
            Balasan itu membuatnya menggeretakan gigi dan kesal. Adi menjauhkan hape dari tangannya, dan kembali fokus kepada seragam putih biru, tepatnya seragam sekolah SMP N 1 Gianyar yang belum dia ganti.
Hapenya kembali bergetar...
From : Tia Walker
Hey ,, Adi ! maaf mengganggu kamu lagi sibuk ?
            YAH.... pikir Adi, lalu dengan segera dia membalas pesan dari Tia Walker.
Nggak dong,.. emangnya ada apa ??
Sent.
From : Tia Walker.
Ngga ada apa – apa. Gak jadi :p !!
            Balasan itu membuat Adi kembali kesal dan Adi melempar hapenya ke ranjang tidur kesayangannya yang berada di sudut kamarnya. Lalu Adi menjatuhkan badannya ke ranjang tidur yang empuk tersebut. Tidak lama kemudian Adi tertidur dan dia tidur masih menggunakan seragam sekolahnya.
            Pada malam hari dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan Tia, dan dia bertanya – tanya kepada dirinya sendiri kenapa aku bisa menyukainya, dan Adi tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena pada saat itu dia sedang bepikir keras dan dihantui oleh sosok wajah wanita sekelasnya yang bernama Tia Walker.
            Kesokan harinya, tepat pada saat pelajaran BHS Ingris dan tidak ada guru. Adi bermain lempar – lepar gulungan kertas dengan sahabatnya yaitu Valdi. Pada saat giliran Adi yang melempar ketas tersebut dia melempar begitu keras namun tidak terarah, tiba – tiba gulungan kertas tersebut mengenai kepala Tia Walker . Dan Tia pun menjerit kesakitan. Adi pun berusaha meminta maaf kepada Tia Walker namun dia tidak bertanggap apa – apa.
“Maafin aku ya.. aku tadi tidak sengaja melempar kertas ke arah kamu..” kata Adi yang merasa bersalah sekali. Adi pun menunggu jawaban dari Tia Walker namun tidak ada jawaban sama sekali. Tia pun ngambek dan hanya diam terpaku di temat duduknya  sambil membaca buku. Adi yang melihat tersebut hanya bisa diam berdiri di tempatnya. Lalu Adi pun menulis surat romantis yang berisi tentang perminta maafnya. Isi surat tersebut :

Tak sadar tanganku melempar gulungan kertas yang mengenai kepalamu, seperti pisau yang menusuk hatiku. Tak sadar  ragaku ini melukai ragamu. Tak sadar juga diriku tuk selalu meminta maaf  padamu dengan ketulusan cinta dan kelemahan hatiku. Dan janji tuk coba lebih dari sebelumnya.
Aku manusia yang mempunyai sejuta masalah. Kesalahanku padamu dan pada diriku sendiri, penyesalan memang tidak ada gunanya. Tapi hanya ini yang bisa ku lakukan saat ini.
Terimalah perminta maafku ini..!!

            Setelah Adi menaruh surat itu kedalam tas Tia Walker, Adi bergegas kembali ke tempat duduknya supaya Tia tidak melihat Adi menaruh surat ke dalam tasnya. Tepat pada saat Adi kembali Tia pun datang dan dia ingin mengambil hape yang ada di tasnya. Lalu  Tia melihat sebuah surat kecil dan dia mengambil surat itu dan membacanya. Setelah selesai membacanya Tia membalikan badannya dan menatap Adi dengan tajam dan dingin. Ini membuat Adi gemetar dan berharap bisa lari detik itu juga. Namun Adi tidak tahu entah dia memaafkannya atau tidak.
            Setelah berpikir sekian lama Adi pun memutuskan untuk bertemu langsug dengannya. Sepulang sekolah Adi melihat Tia Walker sedang berada di depan sekolah menunggu jemputan dari orang tuanya. Kesempatan itu tidak disia – siakan oleh Adi demi perjuangan cintanya. Lalu Adi menemui Tia Walker yang duduk manis di dekat pohon yang lebat. Dan Adi berdiri di depannya sampai – sampai Tia Walker terkejut melihatnya. Dan Adi berkata
“ Tia.. maafin aku ya !! aku tadi tidak sengaja melakukan itu kepadamu..! pppllliiss maafin aku ya !!” kata Adi sambil memegang penghapus milik Tia yang ditemukan di bawah tempat duduknya Tia.
Lalu Tia berkata “ Iiiyyaa... entah itu aku iklas ngemaafin kamu atau tidak !!” katanya acuh tak acuh.
“ tolong, maafin aku dengan iklas lagi pula itu aku lakuin dengan tidak sengaja..” kata Adi dengan wajah yang terlihat kesal.
“oke oke, aku maafin kamu dengan iklas. Tapi tolong balikin penghapusku yang kamu pegang itu” kata Tia sambil ketawa – ketawa.
Adi pun tertawa dan mengembalikan penghapus milik Tia tersebut sambil berkata “ Ini ku kembalikan penghapus kamu... sampai jumpa ya”

Suasana hati Adi pun kembali cerah, secerah langit kota Gianyar. Mulai dari kejadian tersebut Adi menyukai dan mencintai Tia Walker, namun Adi tidak tahu apakah Tia mencintainya juga atau tidak.


Suatu hari Adi mendengar berita bahwa ada seseorang yang juga sedang mengejar cinta Tia Walker, hal itu membuat Adi menjadi resah dan panik. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, entah menyatakan perasaanya kepada Tia secepatnya atau menyelidiki siapa yang sedang mengejar Tia sekarang. Adi pun memutuskan untuk menyelidiki siapa orang tersebut.
Keesokan harinya Adi meminjam hape Tia , setelah itu Adi melihat pesan. Adi pun terkejut ternyata orang yang sedang mencari Tia adalah temen SD nya dulu yaitu Kadek Hermawan. Dan suasana hati Adi pun berubah dari bahagia menjadi sedih seperti hujan yang mengguyur kota Gianyar beserta petir dan guntur.
Sepulang sekolah Adi bergegas mengambil hapenya dan mengirim pesan kepada Hermawan.
Her. Lagi sibuk ??
Sent.

From : Hermawan.
Nggak, ada apa ?.

kamu lagi deket sama Tia Walker ya Her ??
sent.

From : Hermawan.
Iya nih.. dukung ya !!
Ternyata benar , Adi pun menjadi gelisah dan Adi berpikir harus lebih cepat menyatakan perasaanya kepada Tia Walker. Tapi Adi takut apakah Tia Menerimanya atau tidak. “Bila Tia tidak menerimanya apa yang harus aku lakukan” kata Adi dalam hati.

Keesokan harinya Adi menyatakan perasaannya kepada Tia melalui sms. Setelah Adi menyatakan perasaanya kepada Tia , Adi pun menunggu balasan darinya. Namun satu setengah jam sudah berlalu dan juga tidak ada satupun jawaban dari Tia. Hati Adi berubah menjadi galau dan dia melempar benda – benda yang ada di sekelilingnya kecuali hapenya. Karena terlalu lama menuggu balasan dari Tia Walker Adi pun menjadi ketiduran. Setelah dia bangun dari tidurnya Adi bergegas mengambil hapenya dan tidak ada sama sekalipun sms dari Tia. Adi pun menjadi resah. Lalu Adi kembali mengirim pesan kepada Tia Walker.
Hey Tia, besok ada PR ?
Sent.
Tidak lama kemudian Tia pun membalas pesan dari Adi.
From : Tia Walker.
Enggak ada.
Lalu Adi pun bingung entah Tia memang tidak ingin membahas tentang cinta atau mungkin dia sudah ada yang memiliki. Adi kembali berpikir dalam – dalam karena Adi tadi menyatakan perasaannya lewat sms dan Tia tidak membalasnya dan bila Adi mengirim pesan kepada Tia yang bukan tentang cinta dia mau membalasnya. Karena itulah Adi menjadi bingung. Lalu Adi menulis curahan hatinya di sopotong kertas kecil yang bertemakan romantisme.
Ini kisah yang terjadi di bawah langit SPENSAGI.
Tentang harapan yang muncul di tengah kegelisahan.
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan.
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup..
Dan tentang cinta juga yang memberikan alasan untuk pergi..
Walaupun tidak ada hal lain yang bisa kaupercayai di dunia ini.
Percayalah bahwa aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku...

            Keesokan harinya Adi bertemu dengan Hermawan di sekolah dan hermawan berkata.
“ Hai Adi, !! kamu sekelas sama Tia Walker kan ??” kata Hermawan sambil tersenyum.
Lalu Adi pun berusaha menutupi rasa kecemburuannya terhadap hermawan dan Adi pun tidak langsung menjawab pertanyaan Hermawan karena pada saat itu Adi melamun dan berpikir apa yang harus dia katakan setelah menjwabnya. Lalu Hermawan memukul pundak Adi dan Adi langsung merespon dan menjawab “heh heh ,, iya iya .. Emangnya ada apa ??”
“Boleh minta tolong nggak ??” kata Hermawan sambil tersenyum kecil.
Adi pun berkata dengan ragu “ minta tolong apa ??”
“ Tanyain dia apa novel kesukaannya” kata Hermawan yang sambil meyakinkan Adi.
Adi menjawabnya acuh tak acuh “ Tanyain aja sendiri !!”

            Setelah mengobrol dengan Hermawan, Adi bergegas menuju kelas yang rame seperti di pasar. Di pojok kelas ada yang sedang bermain catur, di depan ada yang lagi nonton video hantu tepatnya video THE COUNJURING, dan di bagian belakang ada sekoompok wanita penggembar kartun jepang atau biasa disebut “OTAKU NO SEKAI” lalu Adi bergabung dengan teman – temanya yang sedang menonton pertandingan catur. Tidak lama kemudian datanglah Tia bersama sahabatnya Tari. Adi pun bergegas berjalan menuju Tia sambil bersiul pelan dan Adi mengobrol dengannya.
“Hai Tia, kok tumben ya kelas ini rame banget ?” kata Adi yang  ragu – ragu bertanya karena dia tidak punya topik pembicaraan saat itu.
Lalu Tia berkata ragu – ragu karena dia tidak tahu apa penyebab dari keributan di kelasnya “hhhmmm... mugkin ngga ada guru kali ya ?!”
“Mungkin.. bisa jadi!!” kata Adi yang sambil tersenyum kecil.
            Setelah mengobrol berdua Adi bergabung kembali dengan teman – temannya yang sedang asik menonton pertandingan catur antara Valdi yaitu sahabatnya sendiri dengan Dek Bola. Semua bersorak keras – keras karena pertandingan tersebut dimenangkan oleh Valdi.
            Pada hari minggu Adi menyatakan perasaannya kepada Tia dan ternyata pada saat itu Tia Walker sudah ada yang memiliki. Hati Adi pun kembali mendung seakan – akan datang hujan lebat yang disertai petir dan guntur. Dan pada akhirnya Adi menyerah dan dia tidak tahu di mana dia harus curhat supaya dia bisa jauh dari Tia Walker. Adi menemui teman sekelasnya yang bernama Angga Putu untuk membantunya menyelesaikan masalah yang di hadapi oleh Adi sekarang. Tidak lama kemudian wajah Adi yang telihat lesu dan pucat sekarang sudah berubah menjadi cerah seakan – akan dia mendapat sesuatu yang berharga dari temanya itu.
            Setelah selesai mengobrol Adi mengambil hapenya dan ia bertekad tidak akan mencari Tia Walker lagi. Adi menghapus semua ingatannya dengan Tia, menghapus foto – foto yang tersimpan di galeri hape Adi, dan menghapus nomor hapenya Tia Walker supaya Adi tidak bisa menghubunginya lagi.
Kecintaan itu entah ke mana.

Kini Adi sekarang hidup damai tanpa ada yang membuatnya sedih lagi.
-SELESAI-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar