Hai !!!!! bacayaw cerpen buatan aku sendiri .. wkwkwk ceritanya agak ngaco readers yuk baca !!
Kecintaan itu entah ke mana.
Adi
Wiratna bersiul pelan menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum berjalan cepat
menyebrangi jalan ke arah SMP N 1 Gianyar. Tepatnya Adi bersekolah di sana.
Langit kota Gianyar terlihat cerah, secerah hati Adi sendiri. Hari yang indah,
tidak selalu bisa membuaat seseorang bahagia bukan ??
Ya begitulah, Adi yakin ada seorang
yang mungkin sama sekali tidak menyadari langit kota gianyar cerah. Dan mungkin
dia tidak menyadari atau tidak peduli dengan apa yang terjadi . orang itu
adalah sahabatnya sendiri yaitu Valdi Ketut.
Adi melangkah masuk ke SMP N 1
Gianyar melalui pintu gerbang utama sambil bersiul pelan. Satu menit kemudian
dia sudah berdiri di ambang pintu kelasnya yang bercat putih dan mejanya yang
tertata rapi. Dia duduk di kelas 9C . Setelah masuk ke dalam kelas, Adi melihat
Dewa Ayu Tia Walker atau biasa di panggil Tia, dan Adi melihatnya sendirian di
kelas. Lalu Adi duduk di samping Tia dan mengajaknya mengobrol. Sepuluh menit
berlalu, sahabat Adi pun datang dengan wajah yang tak ber ekspresi sama
sekalipun yaitu Valdi Ketut. Lalu Adi berpindah tempat dari Tia menuju Valdi.
Mereka pun mengobrol sampai bell berbunyi yang menunjukan bahawa pelajaran
matematika akan segera di mulai.
Sepulang sekolah Adi tidak tahu apa
yang harus dia lakukan, entah pulang bersama temannya menaiki angkot atau diam
di sekolah sambil bercanda tawa bersama teman – temannya yang tidak naik
angkot. Tiba – tiba jantung Adi berdebar keras. Tepat pada saat itu Tia Walker
sedang berada di sampingnya yang berjarak sekitar lima meter dari tubuh Adi.
Tampa sadar kaki Adi berjalan menuju Tia Walker dan berkata.
“Hey
Tia, berapa nomor hapemu ?” kata Adi yang sambil mengerut keningnya.
Lalu
Tia bergegas mengambil hapenya dan mencari nomor hapenya yang tersimpan di
kontak hapenya. Dan Tia berkata “catat ya !! 085667766349” .
Adi
pun mencatat nomor hape yang di berikan oleh Tia tadi dan sambil berkata “OK,
terima kasi ya..!” .
Tia Walker Tersenyum kecil sambil
berkata “Iya, sama – sama”.
Setelah Adi mengobrol tidak telalu
lama dengan Tia Walker, Adi pun berjalan menyebrangi jalan yang menuju ke
sebuah mini market yang bernama Q mart. Di sana Adi menunggu angkot yang
berwarna hijau yang menuju ke Ubud. Tidak lama kemudian angkot yang berwarna
hijau pun datang dan Adi menaiki angkot tersebut. Sesampainya di rumah Adi
bergegas mengambil hapenya dan mengirim pesan kepada Tia Walker.
Hey , ini aku Adi Wiratna.
Sent.
Tidak lama kemudian Tia pun membalas
pesa Adi. Lima menit kemudian hape Adi bergetar dan terdapat pesan balasan dari
Tia.
From : Tia Walker.
Hhhhhmmm, Oke !!
Balasan
itu membuatnya menggeretakan gigi dan kesal. Adi menjauhkan hape dari
tangannya, dan kembali fokus kepada seragam putih biru, tepatnya seragam sekolah
SMP N 1 Gianyar yang belum dia ganti.
Hapenya
kembali bergetar...
From : Tia Walker
Hey ,, Adi ! maaf mengganggu kamu
lagi sibuk ?
YAH.... pikir Adi, lalu dengan
segera dia membalas pesan dari Tia Walker.
Nggak dong,.. emangnya ada apa ??
Sent.
From : Tia Walker.
Ngga ada apa – apa. Gak jadi :p !!
Balasan
itu membuat Adi kembali kesal dan Adi melempar hapenya ke ranjang tidur
kesayangannya yang berada di sudut kamarnya. Lalu Adi menjatuhkan badannya ke
ranjang tidur yang empuk tersebut. Tidak lama kemudian Adi tertidur dan dia
tidur masih menggunakan seragam sekolahnya.
Pada malam hari dia tidak bisa tidur
karena terus memikirkan Tia, dan dia bertanya – tanya kepada dirinya sendiri
kenapa aku bisa menyukainya, dan Adi tidak tahu apa yang harus dia lakukan
karena pada saat itu dia sedang bepikir keras dan dihantui oleh sosok wajah
wanita sekelasnya yang bernama Tia Walker.
Kesokan harinya, tepat pada saat
pelajaran BHS Ingris dan tidak ada guru. Adi bermain lempar – lepar gulungan
kertas dengan sahabatnya yaitu Valdi. Pada saat giliran Adi yang melempar ketas
tersebut dia melempar begitu keras namun tidak terarah, tiba – tiba gulungan
kertas tersebut mengenai kepala Tia Walker . Dan Tia pun menjerit kesakitan.
Adi pun berusaha meminta maaf kepada Tia Walker namun dia tidak bertanggap apa
– apa.
“Maafin
aku ya.. aku tadi tidak sengaja melempar kertas ke arah kamu..” kata Adi yang
merasa bersalah sekali. Adi pun menunggu jawaban dari Tia Walker namun tidak
ada jawaban sama sekali. Tia pun ngambek dan hanya diam terpaku di temat
duduknya sambil membaca buku. Adi yang
melihat tersebut hanya bisa diam berdiri di tempatnya. Lalu Adi pun menulis
surat romantis yang berisi tentang perminta maafnya. Isi surat tersebut :
Tak sadar tanganku melempar gulungan
kertas yang mengenai kepalamu, seperti pisau yang menusuk hatiku. Tak sadar ragaku ini melukai ragamu. Tak sadar juga
diriku tuk selalu meminta maaf padamu
dengan ketulusan cinta dan kelemahan hatiku. Dan janji tuk coba lebih dari
sebelumnya.
Aku manusia yang mempunyai sejuta
masalah. Kesalahanku padamu dan pada diriku sendiri, penyesalan memang tidak
ada gunanya. Tapi hanya ini yang bisa ku lakukan saat ini.
Terimalah perminta maafku ini..!!
Setelah
Adi menaruh surat itu kedalam tas Tia Walker, Adi bergegas kembali ke tempat
duduknya supaya Tia tidak melihat Adi menaruh surat ke dalam tasnya. Tepat pada
saat Adi kembali Tia pun datang dan dia ingin mengambil hape yang ada di
tasnya. Lalu Tia melihat sebuah surat kecil
dan dia mengambil surat itu dan membacanya. Setelah selesai membacanya Tia
membalikan badannya dan menatap Adi dengan tajam dan dingin. Ini membuat Adi
gemetar dan berharap bisa lari detik itu juga. Namun Adi tidak tahu entah dia
memaafkannya atau tidak.
Setelah berpikir sekian lama Adi pun
memutuskan untuk bertemu langsug dengannya. Sepulang sekolah Adi melihat Tia
Walker sedang berada di depan sekolah menunggu jemputan dari orang tuanya.
Kesempatan itu tidak disia – siakan oleh Adi demi perjuangan cintanya. Lalu Adi
menemui Tia Walker yang duduk manis di dekat pohon yang lebat. Dan Adi berdiri
di depannya sampai – sampai Tia Walker terkejut melihatnya. Dan Adi berkata
“
Tia.. maafin aku ya !! aku tadi tidak sengaja melakukan itu kepadamu..!
pppllliiss maafin aku ya !!” kata Adi sambil memegang penghapus milik Tia yang
ditemukan di bawah tempat duduknya Tia.
Lalu
Tia berkata “ Iiiyyaa... entah itu aku iklas ngemaafin kamu atau tidak !!”
katanya acuh tak acuh.
“
tolong, maafin aku dengan iklas lagi pula itu aku lakuin dengan tidak
sengaja..” kata Adi dengan wajah yang terlihat kesal.
“oke
oke, aku maafin kamu dengan iklas. Tapi tolong balikin penghapusku yang kamu
pegang itu” kata Tia sambil ketawa – ketawa.
Adi
pun tertawa dan mengembalikan penghapus milik Tia tersebut sambil berkata “ Ini
ku kembalikan penghapus kamu... sampai jumpa ya”
Suasana
hati Adi pun kembali cerah, secerah langit kota Gianyar. Mulai dari kejadian
tersebut Adi menyukai dan mencintai Tia Walker, namun Adi tidak tahu apakah Tia
mencintainya juga atau tidak.
Suatu
hari Adi mendengar berita bahwa ada seseorang yang juga sedang mengejar cinta
Tia Walker, hal itu membuat Adi menjadi resah dan panik. Dia tidak tahu apa
yang harus dia lakukan, entah menyatakan perasaanya kepada Tia secepatnya atau
menyelidiki siapa yang sedang mengejar Tia sekarang. Adi pun memutuskan untuk
menyelidiki siapa orang tersebut.
Keesokan
harinya Adi meminjam hape Tia , setelah itu Adi melihat pesan. Adi pun terkejut
ternyata orang yang sedang mencari Tia adalah temen SD nya dulu yaitu Kadek
Hermawan. Dan suasana hati Adi pun berubah dari bahagia menjadi sedih seperti
hujan yang mengguyur kota Gianyar beserta petir dan guntur.
Sepulang
sekolah Adi bergegas mengambil hapenya dan mengirim pesan kepada Hermawan.
Her. Lagi sibuk ??
Sent.
From : Hermawan.
Nggak, ada apa ?.
kamu lagi deket sama
Tia Walker ya Her ??
sent.
From : Hermawan.
Iya nih.. dukung ya !!
Ternyata
benar , Adi pun menjadi gelisah dan Adi berpikir harus lebih cepat menyatakan
perasaanya kepada Tia Walker. Tapi Adi takut apakah Tia Menerimanya atau tidak.
“Bila Tia tidak menerimanya apa yang harus aku lakukan” kata Adi dalam hati.
Keesokan
harinya Adi menyatakan perasaannya kepada Tia melalui sms. Setelah Adi
menyatakan perasaanya kepada Tia , Adi pun menunggu balasan darinya. Namun satu
setengah jam sudah berlalu dan juga tidak ada satupun jawaban dari Tia. Hati
Adi berubah menjadi galau dan dia melempar benda – benda yang ada di
sekelilingnya kecuali hapenya. Karena terlalu lama menuggu balasan dari Tia
Walker Adi pun menjadi ketiduran. Setelah dia bangun dari tidurnya Adi bergegas
mengambil hapenya dan tidak ada sama sekalipun sms dari Tia. Adi pun menjadi
resah. Lalu Adi kembali mengirim pesan kepada Tia Walker.
Hey Tia, besok ada PR ?
Sent.
Tidak
lama kemudian Tia pun membalas pesan dari Adi.
From : Tia Walker.
Enggak ada.
Lalu
Adi pun bingung entah Tia memang tidak ingin membahas tentang cinta atau
mungkin dia sudah ada yang memiliki. Adi kembali berpikir dalam – dalam karena
Adi tadi menyatakan perasaannya lewat sms dan Tia tidak membalasnya dan bila
Adi mengirim pesan kepada Tia yang bukan tentang cinta dia mau membalasnya.
Karena itulah Adi menjadi bingung. Lalu Adi menulis curahan hatinya di sopotong
kertas kecil yang bertemakan romantisme.
Ini kisah yang terjadi
di bawah langit SPENSAGI.
Tentang harapan yang
muncul di tengah kegelisahan.
Tentang impian yang
bertahan di antara keraguan.
Dan tentang cinta yang
memberikan alasan untuk bertahan hidup..
Dan tentang cinta juga
yang memberikan alasan untuk pergi..
Walaupun
tidak ada hal lain yang bisa kaupercayai di dunia ini.
Percayalah
bahwa aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku...
Keesokan
harinya Adi bertemu dengan Hermawan di sekolah dan hermawan berkata.
“
Hai Adi, !! kamu sekelas sama Tia Walker kan ??” kata Hermawan sambil
tersenyum.
Lalu
Adi pun berusaha menutupi rasa kecemburuannya terhadap hermawan dan Adi pun
tidak langsung menjawab pertanyaan Hermawan karena pada saat itu Adi melamun
dan berpikir apa yang harus dia katakan setelah menjwabnya. Lalu Hermawan
memukul pundak Adi dan Adi langsung merespon dan menjawab “heh heh ,, iya iya
.. Emangnya ada apa ??”
“Boleh
minta tolong nggak ??” kata Hermawan sambil tersenyum kecil.
Adi
pun berkata dengan ragu “ minta tolong apa ??”
“
Tanyain dia apa novel kesukaannya” kata Hermawan yang sambil meyakinkan Adi.
Adi
menjawabnya acuh tak acuh “ Tanyain aja sendiri !!”
Setelah mengobrol dengan Hermawan,
Adi bergegas menuju kelas yang rame seperti di pasar. Di pojok kelas ada yang
sedang bermain catur, di depan ada yang lagi nonton video hantu tepatnya video
THE COUNJURING, dan di bagian belakang ada sekoompok wanita penggembar kartun
jepang atau biasa disebut “OTAKU NO SEKAI” lalu Adi bergabung dengan teman –
temanya yang sedang menonton pertandingan catur. Tidak lama kemudian datanglah
Tia bersama sahabatnya Tari. Adi pun bergegas berjalan menuju Tia sambil
bersiul pelan dan Adi mengobrol dengannya.
“Hai
Tia, kok tumben ya kelas ini rame banget ?” kata Adi yang ragu – ragu bertanya karena dia tidak punya
topik pembicaraan saat itu.
Lalu
Tia berkata ragu – ragu karena dia tidak tahu apa penyebab dari keributan di
kelasnya “hhhmmm... mugkin ngga ada guru kali ya ?!”
“Mungkin..
bisa jadi!!” kata Adi yang sambil tersenyum kecil.
Setelah mengobrol berdua Adi
bergabung kembali dengan teman – temannya yang sedang asik menonton
pertandingan catur antara Valdi yaitu sahabatnya sendiri dengan Dek Bola. Semua
bersorak keras – keras karena pertandingan tersebut dimenangkan oleh Valdi.
Pada hari minggu Adi menyatakan
perasaannya kepada Tia dan ternyata pada saat itu Tia Walker sudah ada yang
memiliki. Hati Adi pun kembali mendung seakan – akan datang hujan lebat yang
disertai petir dan guntur. Dan pada akhirnya Adi menyerah dan dia tidak tahu di
mana dia harus curhat supaya dia bisa jauh dari Tia Walker. Adi menemui teman
sekelasnya yang bernama Angga Putu untuk membantunya menyelesaikan masalah yang
di hadapi oleh Adi sekarang. Tidak lama kemudian wajah Adi yang telihat lesu
dan pucat sekarang sudah berubah menjadi cerah seakan – akan dia mendapat sesuatu
yang berharga dari temanya itu.
Setelah selesai mengobrol Adi
mengambil hapenya dan ia bertekad tidak akan mencari Tia Walker lagi. Adi
menghapus semua ingatannya dengan Tia, menghapus foto – foto yang tersimpan di
galeri hape Adi, dan menghapus nomor hapenya Tia Walker supaya Adi tidak bisa
menghubunginya lagi.
Kecintaan itu entah ke mana.
Kini Adi sekarang hidup damai tanpa ada
yang membuatnya sedih lagi.
-SELESAI-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar